Selasa, 07 Oktober 2014

Large, Kind, Sweet, LKS For You... fourteen.




Large, Kind, Sweet, LKS For You... fourteen.

As you know, i have some story about this place. You know what? That’s it... school!
Kata maenstream yang akan menjadi satu gambaran memori tersendiri bagi setiap orang yang mendengarnya. Satu kata penggambaran tempat terpenting untuk kelanjutan masa depan. Satu kata yang menjadi bagian dari kehidupan...
Expecialy, my school, MAN 18 Jakarta.
Sekolah yang telah menjadi bagian perjalananku beberapa tahun terakhir. Seperti saat  beberapa bulan yang lalu ketika MAN 18 Jakarta sempat mengadakan acara LKS untuk para siswa barunya. Kelas 10, adalah kategori kelas siswa yang wajib mengikuti kegiatan tersebut. Adalah kegiatan dimana para siswa dididik dan push agar bisa memiliki dan memekatkan sifat kepemimpinan yang mereka miliki. Melalui LKS (Latihan Kepemimpinan Siswa)
Dan di sanalah saya, atau lebih tepatnya kami berpijak dan menyandang sebutan “Panitia Pelaksana” untuk membantu terselenggaranya acara. Beberap siswa yang tergabung dalam OSIS dan MPK di usung untuk dapat membimbing adik-adiknya.
Selang berlangsungnya waktu, jatuh tempo acara LKS tepat di depan mata. Pada 05. September, 2014, para panitia –baik dari guru maupun siswa- serta para peserta langsung beramgkat meluncur menuju tempat tujuan, Paku Haji, Jawa Barat.
Tiga jam menempuh jarak perjalanan hingga kami sampai. Disambut oleh pemandangan rindang dari pepohonan di sana, juga rerumputan yang hijau menambah kesegaran mata untuk terus memandang dan tergakum. Setelahnya, para peserta di bariskan menurut kepercayaan masing-masing (haha, i’m kidding, that’s not my mean, you know? Ok forget it!)


Mereka semua di absen dan dibagi atas beberapa kelompok. Lalu semua bersiap untuk menjalankan ibadah shalat jum’at dan meletakkan peralatan masing-masing di tenda yang telah disediakan panitia.
   

  
-For information, saya adalah mentor dari salah satu kelompok dalam LKS ini. kelompok 14 namanya. Tugasnya untuk menjadi pembimbimng khusus, atau bahasa kasarnya jadi ibu mereka selama acara LKS berlangsung-
Then, setelah sudah siap menjalan semua kewajiban ibadah. Para peserta kembali dirapikan dalam barisan untuk makan, tentunya dengan sedikit metode militer –cepat tanggap- dan diberi waktu untuk menghabiskan makan siang mereka dalam waktu lima menit!
   

  
Setelah makan selesai, -masih dengan metode cepat tanggap- mereka segera kembali di bariskan di lapangan menurut kelompok masing-masing. What;s perpouse? Dalam jajaran Rown-Down yang telah panitia buat. Di sana ada kegiatan yang dinamakan Out Bond. Game yang berfungsi untuk melatih kekompakan serta kecakapan mereka dalam bekerja sama dalam memecahkan masalah.
 

  
Setelah puas bermain di lapangan. Peserta digiring untuk menyusuri arena yang sudah ditentukan panitia. Menyelesaikan permainan yang sudah di siapkan di tempat tersebut.
Tempat pertama,
Peserta dihimbau untuk memenuhi ember dengan air yang ada dibawah bangku plastik dengan satu buah spons pada waktu tertentu. Apakah mereka berhasil untuk memenihi ember tersebut?
  

 
Selesai dari situ, mereka kembali berjalan menuju tempat selanjutnya.
Tempat kedua
Para peserta ditantang kekompakannya untuk bisa memasukkan bola ke dalam gelas dengan hanya menggunakan tali.
  

 
And do you know? Kelompok bimbingan saya berhasik untuk melakukannya. J
Next step.
Tempat ketiga
Mereka kali ini di tantang kekuatan fisiknya. Setiap ketua dari kelompok mereka harus bisa berjalan –namun kali ini bukan di atas tanah melainkan di atas kayu- siapa yang memegang kayu itu? tentu saja para anggota kelompok.


Tempat keempat
Setiap kelompok diberikan satu buah paralon dan harus bisa memindahkan paralon tersebut. Lagi-lagi bukan dengan tangan, melainkan... leher!
     
  
Tempat kelima
Saya rasa ini adalah step yang paling memakan tenaga. Hanya dengan selembar kain. Para peserta harus bisa saling menjaga keseimbangan untuk tetap menjaga bola agar tetap ada di atas gelas.


Setelah semuanya selesai. Para peserta kembali ke tenda untuk istirahat dan persiapan shalat ashar. Juga beberapa materi dari guru tentang kepemimpinan.


Malamnya, setalah bersih-bersih diri. Para siswa makan malam lalu kembali untuk menjalani materi dari guru.




Sampai sekitar jam 10. Para peserta dihimbau untuk melingkar di lapangan. Ya, time’s for api unggun.


Api unggun berlangsung langan taburan penampilan kreatifitas siswa –Expect menyanyi, menari, berpuaisi- dan pada akhir detik jam sebelas. Para siswa kembali ke tenda masing- masing untuk tidur dan istirahat.
Lalu pada tepat jam satu. Mereka semua kembali dibangunkan –tetap dengan metode cepat tanggap untuk mempercepat waktu- dan dibariskan di lapangan sesuai kelompok untuk jerit malam. Apa yang ada di otak kalian?  Right, menjeritlah!











Selesai jerit malam. Mereka kembali dikumpulkan untuk shalat malam dan muhasabah. Karena sejauh apapun kita berpijak. Kita harus tetap ingat pada sang pencipta. Benar?
   

Paginya?
Para peserta pertama-tama pastinya olahraga terlebih dahulu...
 

  
Next, mereka sarapan pagi lalu persiapan untuk pulang.
One’s more, kegiatan LKS ini adalah rutinitas kegiatan MAN 18 Jakarta setiap tahun. And personality, saya senang sempat menjadi mentor untuk kelompok 14. Mereka semua asik dan menyenangkan. Meski tak bisa luput dari beberapa masalah.
Untuk kelompok 14...
That’s dear... Kakak yakin kalian sudah melalukan segalanya yang terbaik. Kalian hebat, Kakak tahu itu. Maaf ya kalau selama Kakak ada sama kalian Kakak banyak salah sama kalian. Untuk semua yang sudah kita lewati sama-sama. I’m proud of you...










Tidak ada komentar: