cast : cho kyuhyun, kim soeun, bang minah, and other
rating : pg - 15 / straight
author : Zashi Lee
genre : romance
-
-
-
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Seoul,
korea selatan. Siapa yang tak kenal dengan kota tersebut. Kota yang sangat
indah, ramai, damai, dan terkenal. Langit Seoul hari ini memang bersahabat.
Terbukti dari cahaya sang surya yang senantiasa tersenyum untuk para
makhluk-nya. Sang surya memang tengah tersenyum ria di singga sananya, namun
tidak dengan seorang yeoja yang tengah termenumg di kursinya. Senyum ceria yang
terlukis di wajah cantiknya sedikit luntur dengan guratan-guratan kesal dan
sedih. Yah, sudah sejak semalam Soeun seperti ini. Hanya duduk dan berdiam diri
di kursi taman bermain yang memang dekat dengan rumahnya.
Pikiran,
hati, dan lidah. Semuanya sedang terpaku sekarang. Pikirannya tetap terpaku
pada kejadian semalam. Hatinya juga terpaku dangan perasaan sedih dan kesal,
juga karena peristiwa semalam. Bahkan lidahnya pun ikut terpaku seolah membisu.
Semuanya... semua yang ada pada dirinya benar-benar telah terpaku, hanya untuk
kejadian semalam.
“
shireoyo... neomu shireoyo”. Desah Soeun gusar. Semalam, appa dan eomma soeun
memberikan sebuah hadiah. Jujur, Soeun memang sangat senang jika mendapat
hadiah. Tapi untuk kali ini, untuk pertama kalinya Soeun berharap ‘hadiah’ yang
diberikan orang tuanya itu bisa musnah seketika.
Jodoh!.
Hadiah yang tidak disukai Soeun adalah jodoh. Bagaimana bisa tidak suka? Karena
‘hadiah jodohnya’ yang seharusnya diberikan oleh tuhan, kini mulai beralih ke
tangan orang tua Soeun.
Oh
ya tuhan... demi patrick yang berbentuk bintang, Soeun sangat membenci hal
tersebut. Pikirannya melayang, membayangkan bagaimana nasibnya nanti. Menikah
dengan ajhussi-ajhussi tua? Jelek? Gendut?. Tidak. Tidak. Tidak. Soeun tidak
mau menghabiskan waktunya bersama ‘bandot tua’ seperti itu.
“hah...
bagaimana mungkin ini terjadi padaku, lebih baik aku..-“.
~Cling~
Tidak sia-sia Soeun mengasah otaknya
di Kyunghae Univercity selama dua tahun. Ternyata otaknya benar-benar sangat
cemerlang itu. “ya...aku harus melakukannya demi masa depanku”. Soeun langsung
beranjak dari kursinya dan berlari tergesa-gesa menjauh dari taman terebut.
Uang,
dompet, pakaian, semuanya sudah lengkap didalam ransel coklat itu. Malam ini,
malam ini juga. Soeun memutuskan untuk angkat kaki dari rumah mewahnya. Mungkin
dengan cara ini Soeun bisa menghentikan acara perjodohan dirinya, dengan cara
kabur dari rumah.
Jam
09.00 KST. Sudah saatnya Soeun melancarkan aksinya. Malam memang belum terlalu
larut. Tapi Soeun yakin appa dan eomma-nya belum sampai dirumah. Apalagi kalau
bukan karena sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Ck, terkadang Soeun
benci pada orang tuanya yang terlalu sibuk bekerja, dan terkesan
mengabaikannya.
~Blam~
dengan
sangat perlahan Soeun menutup pintu rumahnya. Langkah yang mengendap-endap,
pakaianyang terbilang aneh. Bayangkan saja, Soeun memakai jeans hitam, kemeja
merah kotak-kotak, serta memakai topi yang nyaris menutup seluruh wajahnya,
serta tak lupa ransel coklat yang setia bersemayam dipunggungnya. Benar-benar
sepeti seorang pencuri.
Soeun
terus melangkahkan kakinya sambil sesekali menoleh kebelakang memastikan bahwa
tak ada seorang-pun yang melihat aksi kaburnya. “huft...” Soeun mendesah lega
dan kembali melangkah dengan sedikit ringan, mengingat jaraknya memang sudah
cukup jauh dari rumah.
~chiiiiitttt!~
“aaaaaaaa........”
Hari
ini memang cukup melelahkan untuk Kyuhyun. masalah diperusahaan benar-benar
membuat otaknya buntu. Belum lagi tuntutan dari orang tuanya agar dia segera
menikah. Ah, Kyuhyun memang sudah sangat sempurna untuk menikah. Rumah, uang,
pekerjaan, mobil, ia sudah punya segalanya. Tapi sungguh, hatinya belum ingin
melangkah se-jauh itu. Kekasih saja tidak punya, bagaimana mau menikah?.
Benar-benar rumit.
“astaga!”
~chiiiiitttt!~
“aaaaaaaa........”
Satu,
dua, tiga, selama sepuluh detik semua terasa hening. Kyuhyun terlihat kaget.
Bagaimana tidak? Dengan tanpa izin dan aba-aba, tiba-tiba ada seorang yeoja
yang melintas didepan mobilnya. Ani, dia bukan melintas, tapi mengendap-endap.
Astaga! Pancuri!. Soeun terdiam. Matanya melebar sempurna, tubuhnya menegang,
kakinya mulai lemas. Sama dengan Kyuhyun, Soeun juga sangat terkejut dengan
insiden yang hampir menabraknya tersebut. Tak berapa lama, Soeun mulai mengerjap-ngerjapkan
mata indahnya dan mulai kembali ke alam sadarnya.
“ajhumma,
gwenchanayo?”
Soeun
memutar bola matanya dan menatap tak percaya namja tinggi yang berdiri
dihadapannya. “a... ajhumma” mwo?? Apa katanya tadi, ajhumma? Apakah penampilan
Soeun terlihat seperti soeorang ajhumma-ajhumma?.
“ya!
Ajhussi, apa hak-mu memanggilku ajhumma, eoh?”
“ya!
Aku ini masih muda, kau tidak pantas memanggilku ajhussi, lagipula sedang apa
kau malam-malam disini?”. Kyuhyun mengedarkan pandangannya pada Soeun, dari
atas kepala ke ujung kaki, lalu kembali ke wajah Soeun. Tiba-tiba Kyuhyun
mencondongkan badannya pada Soeun yang membuat dahi Soeun berkerut heran.
“kau...
pencuri??”. Bisik Kyuhyun pelan dengan smirk evil khas-nya. “m..mworago??”.
seketika Soeun membulatkan matanya tak percaya. “YAAA... ADA PENCURI...
TOLONG... ADA PENCMMPPP.-”. dengan cepat soeun membungkam mulut Kyuhyun dengan
tangannya. Bukan apa-apa, Soeun hanya tidak mau satu kota jadi ribut hanya
karena teriakan ‘ajhussi bodoh’ itu. Merasa suasana telah aman, Soeun langsung
melepaskan tangannya.
“ya!
Ajhumma, kau lancang sekali menyentuh bibir orang lain tanpa izin”. Pekik
Kyuhyun kesal sambil mengusap bibirnya dengan telapak tangan. Sungguh, kalau
orag dihadapannya ini bukanlah seorang yeoja, mungkin Kyuhyun sudah
menghajarnya habis-habisan. Enak saja menyentuh bibir orang lain seenaknya!.
Atas
ucapannya, Kyuhyun mendapat tatapan kesal dari Soeun. Soeun langsung menarik
Kyuhyun kedalam audy putih yang terparkir dihadapannya, dan Soeun yakin bahwa
audy tersebut milik ‘ajhussi bodoh’ itu. Kyuhyun menatap bingung
kesekelilingnya. Setelah menyentuh bibirnya, menyeretnya masuk ke dalam mobil,
dan sekarang, oh ayolah, Kyuhyun tau ini memang mobilnya, tapi kenapa ‘yeoja
pencuri’ itu yang duduk di kursi kemudi, sementara dia, duduk di kursi
penumpang.
~sret~
Seketika
audy putih itu melaju dengan kecepatan rata-rata. Hening, Soeun yang masih
fokus dengan kemudinya dan Kyuhyun yang sibuk dengan pikirannya sendiri.
“ajhussi, dimana rumahmu?”.alis Kyuhyun berkerut. Untuk apa yeoja itu
menanyakan rumahnya? Apakah ia mau merampok rumahnya, omo!.
“ya!
Ajhumma untuk apa kau menanyakan rumahku? Kau seorang pencuri ya? Astaga!”.
Tanya Kyuhyun sedikit takut. Apa benar dia seorang pencuri? Tapi... “ ajhussi,
apakah tampangku ini terdapat guratan seorang pencuri? Dan juga, berhenti
memanggilku ajhumma, aku belum cukup tua untuk itu”.
“lalu
untuk apa kau menanyakan rumahku? Dengar ya, kalau kau ingin mendapatkan uang,
maka kau harus bekerja, bukan melakukan pencurian seperti ini!”.
“aisshhh,
jinja!, kau ini mau sampai ke rumahmu atau tidak? Cepat beritahu dimana
rumahmu”.
“tsskkk,
baiklah, di depan sana nanti belok kanan”. Hening, setelah tadi sempat
berdebat, Soeun dan Kyuhyun kembali terdiam satu sama lain. “mm.. nona, kalau
kau memang bukan pencuri, lalu apa yang kau lakukan malam-malam begini?”. Tanya
Kyuhyun mencairkan suasana. “aku... aku... aku sedang mencari pekerjaan, ya,
mencari pekerjaan”.aishh, jawaban apa itu?. Soeun meruntuki dirinya karena
jawabannya yang tidak masuk akal.
“malam-malam
begini?”. Tanya Kyuhyun lagi. “hmm”. Jawab Soeun seadanya. Kyuhyun terdiam. Ia
kembali memikirkan sesuatu. Mencari pekerjaan?.
“umm..
kalau kau mau, kau bisa bekerja denganku”.jwab Kyuhyun sambil menatap Soeun.
“jinjayo?”.
“hmm,
kau mendapatkan makan dan tempat tinggal gratis”.
“mwo? Jeongmal? Katakan padaku apa
pekerjaannya, apapun itu aku akan melakukannya. “.
“kau
bisa menjadi pembantu di rumahku”.
~chiiittttt~
Seketika
Soeun menghentikan laju audy tersebut. Pembantu? Menjadi pembantu?.
“pem..
pembantu?”. Tanya Soeun ragu. “wae? Kalau kau tidak mau juga.-“
“ani,
ani, ani, baiklah aku akan melakukannya.”. ucap Soeun pasrah. Sungguh, semua
ini tidak pernah terlintas dalam pikirannya.
“baiklah,
tapi sebelumnya kita belum kenal satu sama lain. Perkenalkan namaku Cho
Kyuhyun, kau bisa memanggilku tua Chi atau tuan Kyu”. Kata Kyuhyun seraya
mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan.
“tuan?”
“tentu
saja, kau akan menjadi pembantuku, jadi kau harus memanggilku tuan, arasseo!”.
Mendengarbitu Soeun hanya mendengus kesal. Kalau bukan karena ia tengah kabur
dari rumah, seumur hidup Soeun tidak akan sudi memanggilnya dengan embel-embel
‘tuan’.
“arasseo”.
Ucap Soeun pasrah. Kyuhyun tersenyum sinis. Apa-apaan ini? Dia sudah
mengulurkan tangan tapi yeoja itu sama sekali tidak menyambutnya, Tsskk.
“irumi
mwoeyo?”. Tanya Kyuhyun sekali lagi.
“nama..
namaku,-“ bagaimana ini? Apa Soeun harus mengatakan bahwa namanya adalah...
“jangan
bilang kau lupa dengan namamu sendiri”
“a,
ani, namaku.. Kim..”.
“kim..
kyung.. ja.” Aisshh, apa-apaan ini? Ucapan Soeun benar-benar bodoh. Kim
Kyungja, nama konyol apa itu?. Soeun jamin setelah ini ia akan ditertawakan
habis-habisan.
“hmmpp”.
Secepat kilat Kyuhyun langsung menutup mulutnya. Apa katanya tadi, kim.. kim
apa?. Oh sungguh, Kyuhyun pikir nama itu sudah tidak ada lagi di muka bumi.
Tapi ternyata.
“wae?
Kau menertawakanku, memangnya ada yang salah dengan namaku, eoh?”. Tanya Soeun
kesal. Benar kan dugaannya, ajhussi bodoh itu pasti menertawakannya. “ani,
namamu itu sangat indah”. Puji Kyuhyun dihiasi dengan smirk evilnya. Senyum
mengejek untuk Soeun, ani, tapi untuk Kyungja.
“jadi..
kau ini berasal dari desa mana Kyungja-ssi?”. Tanya Kyuhyun sambil menatap
Soeun yang kini telah melajukan audy putih itu kembali. Desa? Tentu saja Kyuhyun
mengira bahwa yeoja disampingnya itu berasal dari desa. Apalagi dengan nama
‘Kyungja’-nya, sudah pasti nama-nama itu hanya ada di desa terpencil.
Soeun
memutar bola matanya malas. Oh sungguh Soeun sangat menyesali pengakuannya
tadi. beberapa menit kemudian audy putih tersebut telah sampai pada tujuan.
Rumah yang bisa dibilang cukup besar dan mewah itu kini telah berada dihadapan
Soeun. Walaupun itu bukan pertama kalina Soeun melihat rumah yang cukup besar,
tapi bisa dibilang ini cukup menakjubkan. Bahkan mungkin rumah dihadapannya itu
lebih besar daripada rumahnya.
“ayo
masul”. Ajak Kyuhyun sambil melenggang santai. Soeun mencibir, mungkin ia harus
banyak bersabar mulai sekarang. Mengingat sikap ‘majikan barunya’ yang kelewat
angkuh.
Jika
dari luar saja sudah terlihat mewah, maka tidak heran kalau isinya akan jauh
lebih mewah. Benar-benar bak istana, walaupun rumah itu sangat luas, namun
tetap rapi dan bersih. Suasananya yang amat sangat damai dengan kesan modern
membuat rumah yang sekarang dipijaki Soeun terlhat begitu istimewa.
“Kyungja-ssi,
kamarmu ada disebelah sana, disamping dapur”.
“mwo?
Ah.. arasseo”. Disamping dapur? Kamar Soeun disamping dapur? Soeun tidak yakin
kalau ia akan merasa nyaman dengan kamar barunya.
“baiklah,
kau boleh istirahat. Karena besok ada banyak pekerjaan yang harus kau
selesaikan”. Titah Kyuhyun seraya mulai menaiki tangga menuju lantai dua. Oke,
mungkin kata-kata Kyuhyun tadi ada benarnya juga. Apalagi rumah ini cukup
besar, pasti butuh banyak tenaga untuk... omo! Soeun hampir lupa. Bukankah ia
itu anak orang kaya, lalu sekarang harus menjadi pembantu yang pekerjaannya
membersihkan dan merapikan rumah.jangankan membersihkan rumah, memegang
kemoceng saja Soeun tidak pernah. Karena biasanya ada bibi Jung yang
melakukannya. Aigoo.. mungkin besok dan seterusnya akan menjadi hari terberat
bagi Soeun, ani, bagi Kyungja.
Apakah
Soeun tadi berkata kalau ia tidak yakin akan merasa nyaman dengan kamar
barunya?. Bisakah kalimat itu ditarik kembali?. Bukannya apa-apa, kamar barunya
ini memang terletak disamping dapur. Tapi kualitasnya hampir sama dengan kamar
aslinya. cukup luas, ranjang yang empuk, dan lemari yang besar, bahkan Soeun
ragu kalau ini kamar yang dikhususkan untuk pebantu.
“iago.. tidak terlalu buruk”.
“aigoo..
aku tau ini hari minggu, tapi kenapa pembantu juga ikut libur dihari minggu.
Ck, kenapa jam segini dia belum menyiapkan sarapan untukku.”. 09.00- ingat
09.00- dan pembantu Kyuhyun yang bernama Kyungja itu belum meyiapkan sarapan.
Pembantu macam apa itu?. Bayangkan saja, tidak ada satupun hidangan yang
tersaji di meja makan. Bahkan roti saja tidak ada, sebenarnya kemana
pembantunya itu?.
~ceklek~
“omo!
Kau sudah bangun, kenaopa pagi-pagi sekali?”. Demi spongebob yang berbentuk
kubus, Kyuhyun benar-benar shock. Apa-apaan ini? Ini sudah jam sembilan dan dia
bilang pagi-pagi sekali. Apa matanya itu telah tercecer disuatu tempat?.
“ya!
Kyungja-ssi, ini sudah jam sembilan. Kenapa kau belum menyiapkan sarapan
untukku? Atau jangan-jangan kau baru bangun, eoh?”. Kyuhyun rasa pembantunya
ini memang baru saja terbangun dari tidurnya. Lihat saja, dia masih memakai
piama pink-nya, dan juga rambut yang berantakan. Aigoo.. sulit dipercaya.
“aisshh,
kau manja sekali tuan Cho. Memangnya kau tidak bisa memasak sarapanmu
sendiri?”.dan juga, apa urusanmu kalau aku baru bangun tidur?, ah, kurigu..
berhenti memanggilku dengan sebutan Kyungja, aku ini...”
“ya,
ya, ya, ya, neo jinja! Kau lancang sekali dengan majikanmu”
“mwo?
Majikan? ah, geurae.. aku kan sekarang sudah menjadi pembantu, bagaimana bisa
aku melupakannya. Pabo!”.
“mworago?”
ada apa dengan pembantunya ini? Apakah Kyuhyun yang salah dengar, atau
pembantunya ini yang salah bicara?. Kenapa ucapannya tadi terdengar aneh
ditelinga Kyuhyun. “a.. aniyo, tau Cho ingin sarapan apa pagi ini?”. Tanya
Soeun ramah, setidaknya ia harus cepat-cepat mengalihkan pembicaraan kalau
tidak mau tuannya ini bertanya yang aneh-aneh.
“hah..
sudahlah, aku sudah tidak berselera untuk sarapan. Cepat bersihkan rumah ini,
menyapu lantai atas dan bawah, merapikan kamarku, mengelap kaca, menguras kolam
renang, menyiram tanaman, dan terakhir membersihkan kamar mandi. Itu tugasmu
hari ini, arasseo!, kurigu, jangan lupa untuk mencuci pakaianku, ara?”. Sekilas
Kyuhyun menatap Soeun yang terpaku disampingnya. Astaga! Lihat ekspresinya,
dengan mata menyipit dan mulut yang terbuka lebar. Benar-benar membuatnya
takut.
“wae..wae
geurae?”
“ya!
Tuan Cho, kau ingin membuatku mati pelahan denga tugas-tugas mengerikan itu?”.
“mwo? Aisshh, kau berlebihan sekali
Kyungja-ssi” tukas Kyuhyun cepat. Apanya yang mengerikan, bukankah itu tugas
yang biasa dilakukan seorang pembantu. Justru ekspresi Kyungja tadi yang
mengerikan. “arasseo” setelah itu Soeun langsung melesat ke halaman belakang
rumah. Memulai tugas barunya sebagai seorang pembantu.
Sudah
dikatakan dari awal bahwa Soeun tidak pernah menyentuh kemoceng, jadi jangan
salahkan jika pekerjaan Soeun semuanya berantakan. Mulai dari menyapu, walaupun
Soeun telah menyapu semua lantai, nyatanya masih saja ada debu yang tertinggal.
Setelah itu membersihkan kamar Kyuhyun. Oh ya tuhan, sebenarnya berapa usia
Kyuhyun? Kenapa banyak sekali kaset-kaset games di kamarnya. Belum lagi
kamarnya itu seperti kandang sapi, sampah cemilan dimana-mana, bantal dan
guling berserakan, benar-benar menguras tenaga. Dan sekarang adalah tugasnya
yang terakhir.
Walaupun
semua tugas-tugasnya tadi sangat menyulitkan, tapi membersihkan kaca adalah
yang paling sulit menurut Soeun. Soeun tau majikannya itu memang tingi, tapi
apakah kaca dirumahnya juga harus tinggi?.
Soeun
harus rela berjinjit-jinjit untuk mencapai puncak kaca yang sedang ia
bersihkan. Sungguh, ini sangat sulit. Belum lagi debu-debu di atas sana yang
bisa kapan saja masuk ke mata, hidung, atau bahkan mulutnya. Satu, dua, tiga,
entahlah.. Soeun benar-benar terlihat seperti seekor kelinci. Bagaimana tidak,
dari tadi ia berusaha melompat-lompat sambil mengulurkan tangannya ke atas
sambil memegang kemoceng.
“dasar
payah”
~deg~
Soeun
terhenyak, hampir saja jantungnua copot. Tapi.. apakah oeun kaget karena
kehadiran Kyuhyun yang tiba-tiba atau karena posisi Kyuhyun yang berada dekat
dibelakangnya?. Apalagi ucapannya tadi, ani, bisikannya tadi yang terucap tepat
ditelinga Soeun. Dengan suara yang berta dan parau membuat Soeun merinding.
Belum
sempat Soeun menenangkan jantungnya. Kyuhyun kembali membuatnya jantungan.
Lihat saja, sekarang ia malah meraih kemoceng dari tangan Soeun dan ikut
membersihkan kaca. Dekat, dekat sekali, bahkan Soeun bisa merasakan nafas
Kyuhyun disela-sela rambutnya.
~deg~
Jantung
Soeun semakin tak karuan. Soeun sedikit memutar kepalanya dan tepat! Tatapan
mereka bertemu. Tatapan yang terkesan sangat dalam. Soeun menatap wajah Kyuhyun
dekat. Begitu juga dengan Kyuhyun, bahkan Kyuhyun tak bisa berkedip. Wajah
yeoja ini, matanya, hidungnya, pipinya, bibirnya, kenapa semua terlihat indah
dimata Kyuhyun?.
~sret~
Sesegera
mungkin Kyuhyun langsung mengalihkan pandangannya dan mundur satu langkah dari
posisinya semula. Tidak! Tidak mungkin ia terpaku dengan yeoja aneh ini. Dengan
pembantunya sendiri, apa dia sudah tidak waras?.
“omo!
Jantungku!”.
-ToBeContinu-
How about??? what the banget yak ceritanya,,, kkk maap dahh maklum. masih amatiran, hhehehe ini cuma dua part kok. jadi ditunggu aja part selanjutnya yaa... keep read and komment please... ^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar